BERITARAKYAT.WEB. ID | BOGOR – Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengonfirmasi adanya desakan untuk membuka kembali operasional jalur tambang di wilayah Cigudeg, Rumpin, dan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Kamis (7/5/2026).
Namun, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), menegaskan bahwa penutupan operasional tambang di wilayah tersebut merupakan komitmen yang tidak bisa ditawar. Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan faktor keselamatan dan kenyamanan warga setempat.
”Yang harus dipikirkan bukan hanya pekerja di sektor tambang, melainkan masyarakat luas yang melewati jalur Parung Panjang. Kita harus melindungi warga agar saat menuju kantor, sekolah, rumah sakit, atau berdagang, mereka merasa nyaman dan aman,” ujar Dedi, Kamis (7/5/2026).
Ia menambahkan bahwa jalur tambang di Bogor Barat tersebut telah memakan banyak korban jiwa akibat kecelakaan lalu lintas. Hal inilah yang mendasari keputusan tegas untuk menghentikan operasional sementara waktu.
”Masalah ini sudah ditangani Pemprov. Korban meninggal kita santuni dan yang sakit kita obati. Jika operasional dibuka kembali, mereka (truk tambang) mau lewat mana? Pasti lewat jalur Parung Panjang lagi. Begitu dibuka, masyarakat akan protes dan berdemo lagi,” ungkapnya.
Dedi juga mengaku sempat dilobi untuk melakukan pertemuan dengan kepala daerah hingga pengusaha tambang yang terdampak penutupan tersebut.
”Saya mengakui Pak Bupati sudah melaksanakan tugasnya dalam memperjuangkan keinginan sebagian masyarakat. Beliau berulang kali mengajak bertemu, bahkan ingin mempertemukan saya dengan pengusaha. Namun, untuk saat ini, saya belum menyetujui pertemuan itu,” tegas Dedi.
Bagi Dedi, keselamatan puluhan ribu warga Bogor Barat adalah prioritas utama. “Saya ingin masyarakat aman. Mereka sudah mengalami penderitaan yang sangat panjang selama jalur tambang itu dibuka,” terangnya. (BR/RED)

Posting Komentar