Unggahan Video Viral Tunjukkan Keramaian Pagi Hari, Warga Bertanya: Mengapa Belum Dibangun Struktur Permanen?
BERITARAKYAT.WEB.ID | Klapanunggal, BOGOR – Sebuah rekaman video yang diunggah melalui akun media sosial belakangan ini menjadi sorotan luas warga, setelah menampilkan pemandangan menyayat hati berderetnya puluhan anak sekolah yang mengantre panjang untuk melintasi jembatan gantung sementara di atas aliran Kali Cileungsi, Kabupaten Bogor. Jembatan ini menjadi satu-satunya akses penghubung sementara yang menghubungkan jalur provinsi dan jalur kecamatan, saat jembatan utama yang melayani wilayah tersebut sedang menjalani renovasi menyeluruh, pada hati Kamis, 16 Juli 2026.
Dari rekaman video yang beredar, terlihat jelas antrean membentang hingga ke pinggir jalan raya. Para siswa dengan seragam sekolah masing-masing berdiri berdesakan, menunggu giliran untuk melangkah ke atas jembatan gantung yang struktur dan ukurannya terbatas. Berdasarkan keterangan yang tertangkap dalam rekaman serta konfirmasi warga, jembatan gantung ini hanya aman dilalui oleh maksimal 10 orang secara bersamaan. Oleh karena itu, setiap kelompok harus menunggu hingga seluruh orang sebelumnya sampai di seberang, sebelum kelompok berikutnya diizinkan melintas.
Salah satu warga yang juga terlihat dalam rekaman video sekaligus pengguna rute ini setiap hari menyampaikan kekhawatirannya, terutama mengingat saat ini seluruh jenjang pendidikan baru saja memasuki masa Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
"Setiap pagi dan sore pasti seperti ini kondisinya. Tapi kalau pagi sungguhan kasihan sekali anak-anak sekolah. Apalagi sekarang mereka baru saja menjalani MPLS, harus datang lebih awal, tapi justru terhambat antrean panjang di sini," ujar warga tersebut dalam video.
Lebih lanjut ia menambahkan pertanyaan yang juga menjadi keresahan sebagian besar warga lain: "Kenapa tidak dibuatkan jembatan sementara yang permanen atau lebih layak saja? Kasihan anak-anak harus menunggu lama, belum lagi khawatir jika jembatan bergoyang karena beban, padahal mereka harus segera sampai di sekolah."
Pantauan di lokasi menunjukkan jembatan gantung ini terbuat dari susunan kayu dan tali baja dan pagar pengaman. Saat pagi hari jam sibuk keberangkatan sekolah dan pekerja, antrean tidak hanya berisi siswa dari SD hingga SMA, tetapi juga pedagang, pekerja harian, dan warga yang harus beraktivitas ke seberang Kali Cileungsi.
Banyak siswa terlihat membawa tas berukuran besar, sehingga ruang gerak di atas jembatan semakin terbatas. Angin yang sering berhembus di atas aliran sungai juga membuat struktur jembatan berayun, menambah rasa cemas bagi para pelintas, terutama anak-anak yang masih berusia dini.
Sampai berita ini diterbitkan belum Ada belum ada pernyataan resmi yang diterima dari pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor, Dinas Perhubungan, maupun pihak kontraktor yang ditugaskan untuk menangani renovasi jembatan utama tersebut. Warga berharap pihak berwenang segera meninjau lokasi, mengevaluasi keamanan jembatan sementara, dan memberikan solusi segera agar aktivitas belajar mengajar siswa serta aktivitas harian warga tidak terus-menerus terganggu. (Red)



Posting Komentar